Rabu, 27 Mei 2015
Puisi #2
menapak asa yaang kian rapuh
dalam gelap yang masih membayang
saat tangan ini coba menggapai
hampa yang terasa
hati ini rapuh
hati ini lelah
sesak tak henti mendekap
menyisakan perih yang mendera
iya, hati ini telah lelah
harap ini tak menyala
hanya tinggal bara
yang menanti untuk padam
Rabu, 06 Mei 2015
Puisi
I'm a bit bored. so I decide that writing a random entry won't hurt.
malam, dingin dan kelam
sore, angin berhembus sepoi
siang, terik mentari membayang
pagi, sejuk hawa menghampiri
masih tak ada
masih tak nampak
kian dingin,
namun masih belum juga ada
jam satu, ia masih menunggu
Jam tiga, ia masih terjaga
jam lima, ia tetap di sana
entah jam berapa, ia tak kunjung menyerah
namun masih tak ada
tak kunjung ada
dingin kian terasa, menggelayut
di jiwa yang lelah
ia masih di sana
aku...
masih di sana
menunggu, terjaga, tak ingin menyerah
sampai ketiadaan itu menjadi tiada
By: Risa Silfia (atau saya sendiri)
malam, dingin dan kelam
sore, angin berhembus sepoi
siang, terik mentari membayang
pagi, sejuk hawa menghampiri
masih tak ada
masih tak nampak
kian dingin,
namun masih belum juga ada
jam satu, ia masih menunggu
Jam tiga, ia masih terjaga
jam lima, ia tetap di sana
entah jam berapa, ia tak kunjung menyerah
namun masih tak ada
tak kunjung ada
dingin kian terasa, menggelayut
di jiwa yang lelah
ia masih di sana
aku...
masih di sana
menunggu, terjaga, tak ingin menyerah
sampai ketiadaan itu menjadi tiada
By: Risa Silfia (atau saya sendiri)
Langganan:
Postingan (Atom)
