I Just want to share ... fufufufu....
Sabtu, 22 Agustus 2015
Jumat, 19 Juni 2015
Kanjani8's single - Tsuyoku Tsuyoku Tsuyoku Lyrics and Indonesian Translation
Romanization:
Tsuyoku tsuyoku tsuyoku
Translation:
Birunya langit yang kau gapai terlihat begitu menyilaukan
Telah kau temukan hal yang kau percayai
Namun kau selalu berkata 'bukan ini'
dan pemandangan yang tercipta pun kau campakkan
dengan kata sederhana seperti 'aku baik-baik saja' kau memalingkan wajah lalu berlari
Jika seperi itu kau tidak akan tahu cinta yang sesungguhnya
(Awan yang berarak...)
untuk siapakah senyuman yang tersembunyi itu?
ingin ku cari tahu
Birunya langit yang kau gapai membentang luas
meski dalam kesedihan dan penderitaan
teteplah melangkah dengan kuat, kuat, dan kuat
masa lalu yang telah hilang, saat ini, dan hari esok
bahkan air mata pun adalah cerminan dirimu
(Bukti keberadaanmu...)
sesuatu yang meluap dan terasa panas kini masih ada di sini
Birunya langit yang kau gapai terlihat begitu indah
Ingin melindungi orang terkasih
adalah kebahagiaan
Birunya langit yang kau harapkan dari hatimu dapat memberikan semangat
Dengan dirimu yang tegar itu, tetaplah melangkah dengan kuat, kuat, dan kuat
Birunya langit yang kau gapai terlihat begitu menyilaukan
Birunya langit yang kau gapai terlihat begitu menyilaukan
pemandangan yang akan menyambut
pasti akan bercahaya
langit yang kau gapai, saat ini pun hanya ada satu
meski tak terlihat, jangan pernah kau lupakan
teriakan suaramu dengan kuat, kuat, dan kuat
Lyric credit: otakara-maru
Or, you can visit my journal: Risa_Cyan8
Tsuyoku tsuyoku tsuyoku
Kimi ga te o nobashita sora no ao ga mabushikute
shinjirareru mono o mitsuketa noni
kimi wa itsu demo 'kore ja nai' to
tsukutta keshiki o nagutte wa kowashita
arikitari na kotoba “daijoubu?” ni se o muke hashiri tsumazuita
sore ga hontou no ai da to wa shirazu ni
( kumo wa nagare ...)
kakushita egao wa dare no tame ni sore o sagashi ni ikou
kimi ga te o nobashita sora no ao ga hirogatte
itami kanashimi mo arinomama ni
aruke tsuyoku tsuyoku tsuyoku
nakushita kako mo te ni ireta kyou mo asu no tame da to kimi wa shitta
sono namida sae jibun utsusu kagami ( sonzai no shoumei )
koboreochi sou na atsui mono ga mada koko ni wa aru nda
kimi ga te o nobashita sora no ao ga itoshikute
yorisou dareka o mamoritai to
sonna shiawase o ah
kokoro kara negatta sora no ao ga ririshikute
tsuyogaru jibun mo arinomama ni
susume tsuyoku tsuyoku tsuyoku
kimi ga te o nobashita sora no ao ga mabushikute
kimi ga te o nobashita sora no ao ga mabushikute
kitto sono saki ni aru keshiki wa
kagayaiteru kara ah
kimi ga te o nobashita sora wa kyou mo hitotsu dake
wasurenai de ite mienakute mo
sakebe tsuyoku tsuyoku tsuyokuTranslation:
Birunya langit yang kau gapai terlihat begitu menyilaukan
Telah kau temukan hal yang kau percayai
Namun kau selalu berkata 'bukan ini'
dan pemandangan yang tercipta pun kau campakkan
dengan kata sederhana seperti 'aku baik-baik saja' kau memalingkan wajah lalu berlari
Jika seperi itu kau tidak akan tahu cinta yang sesungguhnya
(Awan yang berarak...)
untuk siapakah senyuman yang tersembunyi itu?
ingin ku cari tahu
Birunya langit yang kau gapai membentang luas
meski dalam kesedihan dan penderitaan
teteplah melangkah dengan kuat, kuat, dan kuat
masa lalu yang telah hilang, saat ini, dan hari esok
bahkan air mata pun adalah cerminan dirimu
(Bukti keberadaanmu...)
sesuatu yang meluap dan terasa panas kini masih ada di sini
Birunya langit yang kau gapai terlihat begitu indah
Ingin melindungi orang terkasih
adalah kebahagiaan
Birunya langit yang kau harapkan dari hatimu dapat memberikan semangat
Dengan dirimu yang tegar itu, tetaplah melangkah dengan kuat, kuat, dan kuat
Birunya langit yang kau gapai terlihat begitu menyilaukan
Birunya langit yang kau gapai terlihat begitu menyilaukan
pemandangan yang akan menyambut
pasti akan bercahaya
langit yang kau gapai, saat ini pun hanya ada satu
meski tak terlihat, jangan pernah kau lupakan
teriakan suaramu dengan kuat, kuat, dan kuat
Lyric credit: otakara-maru
Or, you can visit my journal: Risa_Cyan8
Rabu, 27 Mei 2015
Puisi #2
menapak asa yaang kian rapuh
dalam gelap yang masih membayang
saat tangan ini coba menggapai
hampa yang terasa
hati ini rapuh
hati ini lelah
sesak tak henti mendekap
menyisakan perih yang mendera
iya, hati ini telah lelah
harap ini tak menyala
hanya tinggal bara
yang menanti untuk padam
Rabu, 06 Mei 2015
Puisi
I'm a bit bored. so I decide that writing a random entry won't hurt.
malam, dingin dan kelam
sore, angin berhembus sepoi
siang, terik mentari membayang
pagi, sejuk hawa menghampiri
masih tak ada
masih tak nampak
kian dingin,
namun masih belum juga ada
jam satu, ia masih menunggu
Jam tiga, ia masih terjaga
jam lima, ia tetap di sana
entah jam berapa, ia tak kunjung menyerah
namun masih tak ada
tak kunjung ada
dingin kian terasa, menggelayut
di jiwa yang lelah
ia masih di sana
aku...
masih di sana
menunggu, terjaga, tak ingin menyerah
sampai ketiadaan itu menjadi tiada
By: Risa Silfia (atau saya sendiri)
malam, dingin dan kelam
sore, angin berhembus sepoi
siang, terik mentari membayang
pagi, sejuk hawa menghampiri
masih tak ada
masih tak nampak
kian dingin,
namun masih belum juga ada
jam satu, ia masih menunggu
Jam tiga, ia masih terjaga
jam lima, ia tetap di sana
entah jam berapa, ia tak kunjung menyerah
namun masih tak ada
tak kunjung ada
dingin kian terasa, menggelayut
di jiwa yang lelah
ia masih di sana
aku...
masih di sana
menunggu, terjaga, tak ingin menyerah
sampai ketiadaan itu menjadi tiada
By: Risa Silfia (atau saya sendiri)
Langganan:
Postingan (Atom)

